Rabu, 02 Oktober 2019

7 Cara Membuat SOP Kasir Yang Mudah dan Praktis


Bagi pemilik usaha rumah makan, restoran atau toko retail, pasti memiliki bagian frontliner atau kasir yang biasanya bertugas untuk melayani tamu, menerima pembayaran, administrasi dan pelayanan lainnya yang termasuk vital. Itulah mengapa pada bagain ini perlu dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja yang baik. Untuk anda yang saat ini membutuhkan informasi mengenai bagaimana membuat SOP kasir, ada baiknya membaca ulasan pada artikel ini hingga akhir.
 
1.      Melayani Proses Jual Beli dan Pembayaran

Bagian kasir adalah bagian dari pelayanan terhadap pembeli secara langsung atau head to head sehingga beberapa karakter perlu dimiliki oleh seorang kasir seperti ramah, teliti, sopan dan jujur. Dari segi penampilan juga sangat penting untuk diperhatikan karena ini menyangkut citra perusahaan, kasir hendaknya menjaga penampilan agar selalu rapi, bersih dan menarik. Saat proses transaksi jual beli atau pembayaran, kasir harus senantiasa teliti memperhatikan setiap barang belanjaan pembeli agar tidak ada kesalahan dalam perhitungan nilai barang, pengembalian uang dan juga pencatatan data produk yang terjual.
 
2.      Data Transaksi

Dalam setiap usaha atau bisnis memang sudah saharusnya dilakukan pendataan atau dokumentasi sebagai bahan laporan, evaluasi dan sebagainya. Untuk itu, kasir juga harus bisa mencatat atau mendata dengan cermat setiap barang yang masuk dan terjual atau setiap transaksi, baik yang dilakukan secara manual atau digital.
 
3.      Memberikan Layanan Informasi

Tugas lainnya yang sebaiknya dimasukkan pada SOP adalah kemampuan kasir dalam memberikan informasi yang dibutuhkan pelanggan. Tidak jarang, pembeli menanyakan berbagai macam hal seperti harga produk, posisi produk, tanggal kadaluarsa dan sebagainya. Kasir harus mememiliki pengetahuan yang cukup terkait beberapa pertanyaan yang biasa dilontarkan oleh calon pembeli atau pelanggan, dengan begitu kasir bisa langsung cepat tanggap dan pelanggan merasa puas atas layanan kasir.
 
4.      Melakukan Packing Barang

Adakalanya seorang kasir juga dituntut untuk bisa melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan, itulah mengapa dibutuhkan kemampuan multi-tasking. Misalnya saja, saat kasir harus menghitung belanjaan serta menyerahkan uang kembalian pembeli, disaat yang sama ia juga harus mempacking barang. Kasir harus pintar-pintar memanfaatkan waktu, agar pembeli tidak merasa bosan saat sedang menunggu barang dipacking, kasir bisa mengajak bicara pembeli atau memberikan informasi mengenai berbagai macam promo yang sedang diadakan.
 
5.      Cek Barang

Untuk menghindari kesalahan saat memasukkan barang belanjaan , menerima jumlah uang atau pengembalian uang pelanggan, kasir hendaknya melakukan pengecekan barang sebelum dimasukkan ke kantong atau kotak belanjaan. Jika sudah dicek dan benar, maka barulah diserahkan kepada pembeli.
 
6.      Tanggung Jawab Terhadap Setiap Transaksi

Sebagai tugas utama lainnya yang perlu diperhatikan oleh bagian kasir adalah mencatat setiap transaksi yang terjadi serta memastikan jika uang yang masuk dan keluar sesuai dengan data transaksi yang ada. Apabila terjadi kesalahan atau masalah, seperti misalnya uang di mesin penghitung tidak sesuai dengan data maka ini menjadi tanggung jawab kasir untuk bisa menyelesaikannya. Biasanya, risiko uang yang kurang harus diganti oleh bagian kasir.
 
7.      Menyetorkan Uang Pada Atasan

Apabila sudah selesai jam kerja, maka kasir harus menyerahkan uang kepada atasannya beserta data laporan yang sebelumnya sudah dilakukan pengecekan. Jika ada pergantian shift, lakukan serah terima shift kepada bagian kasir yang bertugas selanjutnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.